I TECH NANO PROPOLIS C9
MENGAPA I-TECH NANO PROPOLIS?
I-Tech Nano Propolis diprose dan dikemas menggunakan teknologi
mutakhir dalam dunia kesehatan. Mengkombinasi kehebatan antara
teknologi nano dengan jaminan proses sterilisasi propolis sehingga
propolis yang dihasilkan tidak mengandung zat berbahaya seperi beewax
didalamnya. Aman dikonsumsi untuk tubuh dalam jangka waktu panjang.
Menggunakan teknologi nano dalam proses sterilisasi dapat memecah
partikel atom seperti membelah satu helai rambut menjadi 100.000 helai
atau setara dengan molekul gula. Ketika I-Tech Nano Propolis masuk
kedalam tubuh kita, dia dapat mengenali sel-sel apa saja yang baik
untuk tubuh dan yang jahat untuk tubuh. Ketika proses pembersihan
racun, virus atau bakteri dalam tubuh kita, I-Tech Nano Propolis akan
melindungi dan me-regenerasi sel-sel baik dalam tubuh kita. Karena ada
perbedaan mencolok dimana terdapat satu suplemen yang bisa membunuh sel
jahat dan sel baik sekaligus ketika mulai beraksi didalam tubuh. Bahkan
DNA kita yang telah terjangkiti virus dapat diperbaiki secara berkala.
A. Kandungan Utama dalam I-Tech Nano Propolis:
I. Pure Plain Propolis (Propolis murni tanpa beewax)
I-Tech Nano propolis mengandung propolis murni 100% Brazilian, yaitu
propolis yang dihasilkan oleh lebah terbaik dari yang terbaik antara
pengahasil madu, Lebah Trigona. Warna propolis murni yang muncul
berwarna hijau pekat, tidak berbau dan agak sedikit berminyak. Tetapi
kandungan minyak tersebut tidak mengandung zat-zat berbahaya sama sekali
untuk tubuh kita.
II.Mengandung 6% Bioflavonoids.
Bioflavonoids merupakan gabungan kumpulan tumbuhan dan buah yang
baik untuk tubuh. Mengandung anti oksidan serta meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dan pertahanan tubuh dari virus penyebab penyakit.
Berbagai macam penelitian telah dilakukan oleh para ilmuwan guna
mengetahui manfaat atau kegunaan bioflavonoids bagi tubuh kita, selain
sebagai pelindung tubuh, ternyata berfungsi untuk menyerap zat baik
dari vitamin C untuk tubuh. Terdapat dua jenis vitamin C yang dapat
dihasilkan oleh suplemen atau obat-obatan herbal. Vitamin C yang masih
mengandung soda (belum tersterilisasi) serta Vitamin C non soda yang
berfungsi menyerap zat-zat baik untuk tubuh, serta dapat meningkatkan
fungsi kerja ginjal. I-Tech Nano propolis aman dikonsumsi untuk orang
yang mengidap penyakit lambung, tukak lambung atau asam lambung tinggi.
Jika dikonsumsi secara rutin dan berkisinambungan maka rasa sakit yang
diderita akan hilang.
Keuntungan bioflavonoids untuk tubuh kita adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan kesehatan mata.
- Meningkatkan sistem kerja jaringan darah (cardiovascular)
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
- Memperendah kemungkinan terkena penyakit kanker, arthiritis, atherosclerosis dan gastrointestianl disorder.
- Meningkatkan fungsi kerja jantung.
- Menghilangkan alergi.
- Mengurangi kemungkinan infeksi yang diakibatkan oleh virus (viral infection).
- Menyembuhkan ruam atau bengkak (inflammation)
- Memperlancar aliran darah.
- Mempercepat kesembuhan luka menganga/borok (peptic ulcres).
Kandungan bioflavonoids adalah sebagai berikut:
- Qeucetin: bermanfaat untuk menyembuhkan alergi dan inflammation.
- Pycnogenol: bermanfaat unutk meningkatkan immun tubuh,
memperlancar aliran darah, memperbaiki sel kulit mati dan memudakan
kembali.
- Ektract biji anggur: bermanfaat untuk memperbaiki dan
memperlancar aliran darah, meningkatkan stamina tubuh, meningkatkan
kesehatan mata dan kelenjar getah bening.
- Ekstract teh hijau: bermanfaat melindungi tubuh dari infeksi,
meningkatkan sistem kerja aliran darah utama, meningkatkan kesehatan
dan kekuatan gigi (kalsium) dan melindungi tubuh dari berbagai macam
virus pemicu kanker.
Percampuran antara bioflavonoids dengan I-Tech Nano Propolis
menghasilkan suplemen dahsyat yang mampu memperbaiki disfungsi tubuh
tepat pada sasaran, di-regenerasi dan dilindungi dengan tingkat
perlindungan ultra maksimal.
III. Mengandung Vitamin K
Selama ini kita berpendapat bahwa vitamin K hanya bisa diproduksi
oleh tubuh kita sendiri sebagai anti body alami dalam melindungi tubuh
kita dari berbagai macam serangan interfensi virus, bakteri dan
lain-lain.

Pada
bulan Maret 2012, telah dilakukan penelitian terhadap kandungan apa
saja yang terdapat dalam I-Tech Nano Propolis selain Bioflavonoids yang
telah diteliti sebelumnya. Tersebut dalam laporan (Molecular
Biotechnology Laboratory) I-Tech Nano propolis mengandung 27.85%
Vitamin K. Ternyata, kombinasi antara penggunaan bioteknologi atau nano
teknologi dengan komposisi utama seperti Brazilian Propolis dan
Bioflavonoids menghasilkan
ambush atau terciptanya satu manfaat
tersembunyi dari hasil penggabungan tersebut. I-Tech Nano Propolis
secara tidak langsung memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi
tubuh kita dalam menambah persentasi kekebalan tubuh. Zat senyawa yang
dimiliki oleh propolis berbanding seimbang (pas) dengan zat senyawa
alami yang dimiliki oleh tubuh kita. Sehinggan I-Tech Nano Propolis
aman dikonsumsi bagi siapapun, mulai dari usia balita sampai manula.
B. Manfaat lebih dari I-Tech Nano Propolis:
- Mengandung Zat ANTI Ateriosklerosis yaitu pengapuran pada tubuh yang diakibatkan kelebihan lemak dan kurangnya kalsium.
- Anti radang dan anti infeksi.
- Mengobati dan menyembuhkan penyakit yang berhubungan denga
lambung, diabetes dan diabetes melitus (kekurangan insulin pada tubuh
sehingga ginjal mengalami disfungsi), Typhus (yang disebabkan oleh
bakteri salmonela typhosa accute), gangguan pernapasan baik penderita
atshma maupun atshma bronchitis.
- Mengobati dan memperbaiki sistem jaringan syaraf, peredaran
jaringan kapiler utama dalam tubuh, arthritis atau rheumatik, Less
Absorb Memory (lemah daya ingat).
- Mengandung ANTI CAPE yaitu zat anti kanker, tumor dan penyakit bawaan yang ditularkan oleh DNA atau virus.
- Mengobati dan Meningkatkan fungsi kerja tubuh.
- Melindungi tubuh sehingga menjadi lebih kuat terhadap serangan penyakit.
I-TECH NANO
PADA DUNIA KESEHATAN

Nanoteknologi
(kerap disingkat “nanotech” atau “hi-tech nano”) merupakan rekayasa
partikel atom menjadi partikel yang lebih kecil dari ukuran dasar atom.
Istilah nano berasal dari bahasa yunani
Nanos yang berarti
10-9 (satu per satu milyar). 1 nanometer (nm) sama dengan 10-9 meter,
berarti satu per satu juta meter dalam nanoteknologi sama dengan sebuah
molekul gula. Nanoteknologi merupakan teknologi yang melibatkan atom
dengan molekul yang lebih kecil dari 1000 nanometer. Yaitu setara
dengan 100.000 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.
Super kecil dengan manfaat super besar.
Dalam dunia kesehatan, teknologi nano sangat efektif karena
menggunakan partikel yang super kecil tersebut. DNA manusia berukuran 2
nanometer, sebuah virus yang sering dan mudah menyerang manusia
berukuran 75 nanometer, dan sel darah merah manusia berukuran 7000
nanometer. Dengan demikian, jika virus masuk kedalam tubuh manusia yang
mempunyai struktur dasar (DNA) hanya 2 nanometer akan mudah menyebar
kedalam darah kita yang mempunyai kecepatan daya sebar sebesar 7000
nanometer. Teknologi nano mampu mengetahui perubahan molekular dalam
tubuh manusia akibat serangan virus tersebut secara spesifik dan dapat
mengintervensi langsung kebagian sel-sel tubuh yang rusak.
Para ilmuwan memperkirakan efek toksik (racun) tidak akan didapatkan
dari teknologi mungil yang super dahsyat ini. Selain tidak menimbulkan
radiasi, pemakaian partikel nano tidak menimbulkan penolakan dari
tubuh dan tidak berbahaya bagi otak. Namun demikian para ilmuwan tetap
melaksanakan uji klinis kelayakan penggunaan partikel nano dalam dunia
kesehatan untuk menjamin lagi tingkat keamanan bagi tubuh manusia.
Badan administrasi makanan dan obat Amerika (Food and Drug
Administration/FDA) telah memberikan lampu hijau bagi pengguna
nanoteknologi dibidang kedokteran dan kesehatan. Nano teknologi
digunakan sebagai penghantar obat yang tepat sasaran ke target sel atau
molekul yang rusak, mengingat kecepatan yang dimiliki sebuah partikel
nano setara dengan perhitungan 10-9 tersebut. Beberapa waktu lalu FDA
juga telah memberikan izin untuk menggunakan nano teknologi untuk
pengobatan baik secara modern maupun tradisional (herbal) dikarenakan
nano teknologi dapat memotong-motong DNA yang telah termutasi (rusak)
akibat penyakit yang diderita.
Universitas UCLA beberapa tahun belakangan ini mempelajari dan
meneliti, bahwasanya nanoteknologi mampu memperbaiki DNA dan Kromosom
yang rusak akibat penyakit kanker, jantung, kerusakan otak, paru-paru,
penyakit yang diakibatkan usia tua, kerusakan sel kulit dan regenerasi
kembali, penyakit yang diakibatkan stress serta kerontokan rambut.
Mengapa bisa begitu hebat manfaat dari nano teknologi? Menurut peneliti
dari Lombardi Comprehensive Cancer Center-Universitas Georgetown,
Amerika Serikat, Esther H. Chang, pengobatan dengan nano teknologi
tidak akan merusak sel tubuh yang sehat karena dapat membedakan sel
baik dan sel jahat yang berada didalam tubuh, karena partikel nano
menyebar dengan kecepatan tinggi kedalam darah manusia. Pengobatan
dengan menggunakan nano teknologi merupakan cara cerdas menuju sehat.